Ini Yang Harus Kamu Hindari Saat Membuat Curriculum Vitae(CV) / Daftar Riwayat Hidup (DRH)

Anda sedang membaca informasi dari situs Loker Banda Aceh tentang Ini Yang Harus Kamu Hindari Saat Membuat Curriculum Vitae(CV) / Daftar Riwayat Hidup (DRH), Semoga informasi yang disajikan dari Loker Banda Acehbermanfaat untuk anda, Jika ada pertanyaan, kritik, dan saran yang ingin di sampaikan silahkan tulis di kotak komentar.

advertisment
Cara Menulis CV / DRH - Lulusan universitas lebih banyak dibandingkan lowongan kerja yang tersedia sehingga meyebabkan seorang professional yang sudah berpengalaman bertahun-tahun masih berusaha keras untuk membuat CV yang lebih baik dari yang lain untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Saat ini berpendidikan tinggi, keahlian dan pengalaman yang relevan sudah tidak mencukupi, yang terpenting saat melamar pekerjaan adalah kesan bagi HRD yang Anda ciptakan melalui CV yang anda buat.

Penyajian, relevansi isi, kejelasan dan personalisasi merupakan faktor-faktor penting yang biasanya diabaikan oleh pencari kerja pada sebuah CV.
Apakah kamu melakukan kesalahan-kesalahan berikut ?
Berikut ini  beberapa kesalahan Fresh Graduated maupun Seorang Profesional yang telah berpengalaman kerja dalam hal menulis CV, seperti dilansir oleh id.jobsdb.com

#1. Tidak Ada Pernyataan Intro

CV yang efektif harus dimulai dengan penyataan intro yang jelas dan ringkas. Sehingga mampu memberikan gambaran latar belakang profesionalmu dan menjelaskan apa yang kamu sukai.

Hal ini akan membuat CV menjadi lebih manusiawi sehingga HRD bisa terhubung dengan kamu pada tingkat yang lebih dalam.

#2. Informasi Yang Berlebihan

Informasi yang berlebihan menyebabkan pembaca kehilangan minat. Lebih sedikit itu lebih baik. Buat agar resume tetap sederhana, ringkas dan relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Tempatkan dirimu pada posisi HRD (atau tanyakan pada teman yang netral untuk meninjau CV anda), dan jujurlah pada diri sendiri.
Apakah CV anda menarik atau relevan? Jika tidak, hapus.

#3. Prestasi Yang Tidak Jelas

Saat menjelaskan pencapaian, kamu harus jelas dan spesifik.
Hindari kata kerja yang lemah seperti “mengurus” dan “mengkoordinasikan” .
Kata-kata tersebut terlalu umum. Gunakan kata kerja yang kuat seperti “memprakarsai”, “mempelopori”, “mengawasi”, dan sebisa mungkin gunakan angka untuk mengukur pencapaian. Misal :
Kamu meningkatkan penjualan X% atau berhasil menyelesaikan dalam 24 jam dari 3 hari waktu yang ditetapkan, dengan demikian memberikan ilustrasi yang lebih jelas mengenai kemampuanmu pada HRD.

#4. Kurangnya Kepribadian

HRD sering mencari petunjuk mengenai kepribadian calon pegawai dalam CV, disamping kemampuan dan pengalaman yang biasanya seperti bakat artistik, bakat kewirausahaan atau sesuatu yang lain. Jika kamu tidak pandai menulis, mintalah copy writer untuk mengerjakannya karena CV kamu memiliki satu tugas yang sederhana yaitu memberikanmu sebuah interview.

#5. Konten Yang Tidak Relevan

Membuat CV yang ringkas dan mengunakan poin dapat meningkatkan minat HRD untuk tetap membaca CV kamu sampai selesai. Kurangi penggunaan istilah teknis sebanyak mungkin, istilah cenderung tidak jelas dan membingungkan yang dapat menyebabkan HRD berhenti membaca.

Selalu memandang CV dari sudut pandang HRD,
apakah ada sesuatu yang bisa menghubungkan pengalaman kerja tertentu dengan lamaran pekerjaan?
Jika kemampuan tidak berhubungan dengan pekerjaan yang kamu lamar, ringkasan singkat akan cukup. Fokus pada informasi yang paling tepat diawal dan jaga agar tetap pendek dan manis.

#6. Tidak Layak Untuk Dibaca

Kelayakan untuk dibaca merupakan faktor penting yang bisa membuat pembaca tetap membaca. Kamu harus membuat CV semudah mungkin untuk diarahkan saat membuat kesan positif pengalaman membaca sama pentingnya dengan kualitas isi.

Apakah CV kamu dipenuhi dengan paragraf yang panjang dan penuh dengan kata-kata?
Apakah kamu menggunakan format tebal dan format miring untuk menyorot kata kunci dan frasa?
Apakah ada spasi yang cukup antar bagian dan paragraf agar tetap bersih dan nyaman untuk dibaca?
Apakah ada ukuran huruf terlalu besar atau telalu kecil?

Keempat hal diatas harus kamu jawab dalam CV kamu agar CV kamu layak untuk mendapat perhatian lebih saat dibaca.

#7. Kesalahan Ejaan dan Gramatikal

Gunakan pemeriksaan ejaan dan terkoreksi sebelum mengirimkannya. Anda akan terlihat sangat buruk dimata HRD karena tidak profesional jika menyerahkan CV yang penuh dengan kesalahan ejaan dan gramatikal. Jangan lakukan kecerobohan dengan tidak peduli untuk memeriksa ejaan yang ada dalam CV mu.

Jika kamu tidak fasih berbahasa Inggris, minta teman untuk membantu atau seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, minta copy writer untuk mengerjakannya. Calon pemberi kerja akan menghargai komitmen dan usahamu dengan memberikan bonus nilai.

Yang paling penting untuk kamu ingat adalah Curriculum Vitae / Daftar Riwayat Hidup hanya memiliki 1 tugas  yaitu untuk membawa langkah kamu ke depan pintu HRD.